Wisata Telaga Ngebel Ponorogo

Telaga Ngebel bukan hanya menampung 24 juta m3 air yang berguna untuk pembangkit tenaga listrik, perternakan ikan, dan pengairan tanaman warga sekitar. Danau alam nan cantik di kaki Gunung Wilis, tepatnya di wilayah Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo yang sejak 2008 silam dikembangkan sebagai objek daya tarik wisata Ponorogo itu juga menyimpan legenda lama yang berbau mistis soal sesosok naga bernama Baru Klinting.
Kendati jalinan cerita utamanya mengisahkan tentang Baru Klinting yang memberikan pelajaran kepada warga sekitar agar tidak sombong, namun asal mula Baru Klinting muncul dalam beberapa versi cerita mistis. Satu versi folklore atau cerita rakyat itu menyebutkan Baru Klinting sebagai jelmaan Patih Kerajaan Bantaran Angin yang sedang bermeditasi dalam wujud ular. Ada pula folklore yang mengaitkan Baru Klinting anak sepasang suami istri lahir dalam wujud ular naga.
Versi pertama asal muasal Baru Klinting itu bahkan tercatat dalam ensiklopedia online Wikipedia yang dipantau , Minggu (4/10/2015). Disebutkan dalam kutipan cerita rakyat itu bahwa ular naga jelmaan Patih Kerajaan Bantaran Angin tersebut secara tak sengaja tertangkap seorang warga yang kemudian membawanya ke desa.
Sesampainya di desa, ular jelmaan tersebut hendak dijadikan makanan karena ukuran tubuhnya yang besar. Sebelum dipotong ular tersebut secara ajaib menjelma menjadi anak kecil, yang kemudian mendatangi masyarakat dan memutuskan membuat sayembara. Sang bocah menancapkan lidi di tanah lalu menantang warga setempat untuk mencabutnya kembali. Versi lain, sebagaimana dikutip Wikipedia dari Today.co.id, menyebutkan yang ditancapkan bocah itu adalah centong nasi.
Tidak ada seorang warga pun yang berhasil mencabutnya, hingga akhirnya bocah ajaib itulah yang berhasil mencabutnya kembali. Dari lubang bekas ditancapkannya lidi atau centong tersebut keluarlah air yang kemudian menjadi mata air yang menggenang hingga membentuk sebuah telaga yang kini terletak sekitar 30 km dari pusat Kota Ponorogo. Oleh penduduk desa sekitarnya, telaga tersebut diberi nama telaga Ngebel yang artinya telaga dengan bau menyengat.
Ngembel Jadi Ngebel
Versi berbeda asal-usul Telaga Ngebel dicatatkan Muh. Nur Huda, blogger asal Temon Ponorogo dalam Arembha.blogspot.co.id. Menurutnya, “Ngebel” berasal dari istilah bahasa Jawa “ngembel” yang artinya “berair”. Bukan terkait dengan Patih Kerajaan Bantaran Angin sebagaimana versi Wikipedia, folklore yang ia dapatkan dari cerita pendahulunya terkait dengan seorang wara’i atau orang yang sakti ilmu kanuragan dan ilmu agama.
Suatu waktu, wara’i itu melewati suatu daerah di kawasan Ponorogo dan melihat fenomena tanah yang berair itu. Maka sang wara’i pun berujar, “Ana sak wijining jaman, tlatah iki kasebut Ngembel [Suatu saat daerah ini bernama Ngembel],” kutipnya. Tapi karena lidah yang salah kaprah dalam waktu yang lama dan turun temurun, maka kata “ngembel” pun, menurut Nur Huda, selanjutnya berubah menjadi “ngebel”.
Nur Huda juga mencatat versi lain kisah Baru Klinting. Menurut dia, sebagian masyarakat Ngebel percaya pada zaman dahulu, ada sepasang suami istri yang memiliki anak seekor ular naga. Naga itu diberi nama Baru Klinting.
Menyadari keanehan wujud Baru Klinting, suami istri itu tak berani tinggal di kampung halaman mereka karena khawatir menjadi bahan gunjingan tetangga.Mereka pun mengungsi ke puncak gunung untuk mengasingkan diri dan memohon kepada dewa agar mengembalikan rupa putra mereka ke wujud manusia.
Bertapa 300 Tahun
Doa itu pun didengar. Syarat yang harus dilakukan oleh Baru Klinting untuk berubah wujud laksana manusia adalah melakukan pertapaan selama 300 tahun dengan cara melingkarkan tubuhnya di Gunung Semeru.
Sayangnya, panjang tubuh Baru Klinting kurang sejengkal untuk bisa melingkari seluruh gunung. Maka, demi menutupi kekurangan itu, ia menjulurkan lidahnya sehingga menyentuh ujung ekornya.
Rupanya, syarat untuk menjadi manusia bukan hanya itu. Dewa meminta ayah si Baru Klinting memotong lidah putranya yang sedang bertapa tersebut. Baru Klinting yang bersemedi tak menolak, toh demi kebaikannya agar menjadi manusia.
Saat waktu bertapa hampir selesai, ada kepala kampung yang akan menikahnya anaknya. Kepala kampung pun sibuk mempersiapkan segala sesuatunya, terlebih lagi soal hidangan.
Konon, mereka akan menggelar pesta pernikahan yang sangat mewah dan sangat besar. Demi menutupi kekurangan bahan makanan, secara sukarela warga membantu sang kepala kampung berburu di hutan. Ada yang mencari buah-buahan, ranting/kayu bakar hingga hewan buruan, seperti rusa, kelinci, maupun ayam hutan.
Sudah beberapa lama warga berburu, namun tak mendapatkan hasil buruan apapun. Tanpa sengaja, ada warga yang beristirahat karena lelah berburu mengayunkan parangnya pada pokok pohon tumbang. Namun, alangkah kagetnya mereka ternyata parang itu malah berlumuran darah.
Jadi Hidangan Pesta
Dari pokok pohon tumbang itu mengucur darah segar. Bahkan, mereka baru sadar kalau yang mereka tebas tadi bukan pohon tumbang tetapi ular raksasa atau ular naga. Menyadari hal ini, warga pun beramai-ramai mengambil dagingnya untuk dimasak sebagai hidangan pesta pernikahan tersebut.
Hari pesta pernikahan anak kepala kampung adalah hari berakhirnya pertapaan Baru Klinting. Benar saja, naga itu berubah wujud menjadi anak kecil. Sayangnya, si anak mengalami kesusahan dalam berbicara karena lidanya dipotong sebagai syarat menjadi manusia. Bukan hanya itu, tubuhnya penuh dengan borok yang membusuk lantaran saat bertapa tubuhnya disayat-sayat untuk diambil dagingnya oleh warga sebagai bahan pesta.
Anak berborok yang tak kuasa bicara sempurna itu pun mendatangi pesta kepala kampung. Ia kelaparan dan memohon agar diberi makanan. Namun, tak satu pun warga yang memedulikannya. Warga malah mengejek dan mengusir anak kecil itu.
Melihat nasib anak itu, seorang wanita tua merasa kasihan dan membawanya pulang. Lalu si anak diberi makan dengan lauk berupa daging yang diterima dari pesta kepala kampung. Si anak pun makan dengan lahap, tapi dia tak mau memakan daging itu.
“Bu, tadi saya pikir sudah tak ada lagi orang baik di kampung ini. Rupanya, masih ada orang seperti Anda. Bu tolong siapkan lesung [kayu tempat menumbuk padi] bila terjadi sesuatu ibu segeralah naik lesung tersebut,” tutur Baru Klinting selesai makan.
Dasarnya Menyempit
Tanpa banyak, wanita tua itu pun menuruti ucapan Baru Klinting. Sementara bocah jelmaan ualr naga itu kembali ke tempat pesta, ia lalu menancapkan lidi ke tanah dan selanjutnya membuat sayembara untuk diikuti warga yang mampu mencabut lidi tersebut.
“Wahai warga semua, lihatlah di tanganku. Aku memiliki sekerat daging. Jika kau mampu memenangkan sayembara yang kuadakan, maka ambillah daging ini. Namun, jika kalian tak mampu, maka berikanlah semua daging yang kalian masak kepadaku,” tantang Baru Klinting.
Warga pun mencoba satu persatu tapi semuanya tak mampu mencabut lidi tersebut. Sayangnya, mereka juga tak mau mengembalikan daging yang telah mereka masak.
“Lihatlah ketamakan kalian wahai manusia. Lihatlah ketidakpedulian kalian pada sesama, pada manusia yang cacat sepertiku. Bahkan kalian tidak mau mengembalikan hakku! Ketahuilah, daging yang kalian masak itu adalah dagingku saat aku menjadi ular naga. Maka, kalian berhak mendapatkan balasan setimpal!” ujar Baru Klinting seraya mencabut lidi tersebut.
Keanehan pun terjadi, dari lubang bekas lidi itu tertancap itu terus menerus mengucur air yang akhirnya menenggelamkan kampung tersebut. Genangan air itupun berubah menjadi telaga, Sedang wanita tua yang memberi makan Baru Klinting selamat karena bisa berperahu lesung.
Baru Klinting selanjutnya berubah lagi menjadi ular dengan melingkarkan tubuhnya di dasar Telaga Ngebel yang bentuknya menyempit di bagian bawah.
Penyucian Diri
Selain menjadi salah satu daya tarik wisata utama Kabupaten Ponorogo, keberadan Telaga Ngebel juga tercatat sebagai bagian penting dalam sejarah Kabupaten Ponorogo. Konon, Batoro Katong, salah seorang pendiri Kabupaten Ponorogo terlebih dulu menyucikan diri di danau alam tersebut sebelum melakukan syiar Islam di Kabupaten Ponorogo.
Itulah sebabnya, menurut Wikipedia, mata air di dekat Telaga Ngebel hingga kini dikenal sebagai Kucur Batoro. Selain Kucur Batoro, air Telaga Ngebel juga dipasok sejumlah mata air lain. Sumber air yang cukup deras justru berasal dari Kanal Santen. Ada pula sungai yang berhulu di air terjun Toyomarto yang bermuara di danau alam yang kini menjadi salah satu daya tarik wisata Ponorogo tersebut.

Sewa Mobil Ponorogo | Sewa ELF Ponorogo | Sewa Mobil Bandara Solo ke Ponorogo murah

Ponorogo adalah sebuah daerah di provinsi Jawa Timur. Daerah ini terletak di sebelah barat dari provinsi Jawa Timur dan berbatasan langsung dengan provinsi Jawa Tengah atau lebih tepatnya 220 km arah barat daya dari ibu kota provinsi Jawa Timur, Surabaya.
Ponorogo di kenal dengan julukan Kota Reog atau Bumi Reog karena daerah ini merupakan daerah asal dari kesenian Reog, tidak hanya keseniannya saja yang terkenal di Ponorogo. Ternyata Ponorogo juga memiliki banyak tempat wisata menarik.

Ponorogo mempunyai tempat wisata dengan pemandangan yang sangat indah, jika anda ingin berlibur ke suatu tempat disinilah tempat yang cocok, dijamin anda tidak akan kecewa tetapi anda akan merasakan senang apalagi jika anda berkunjung dengan sanak saudara atau keluarga dijamin pasti liburan kalian pasti akan lebih menyenangkan.

Berikut 28 daftar Tempat Wisata Terbaik di Ponorogo yang wajib harus anda kunjungi :
1. Gunung Pringgitan
sewa mobil ponorogo
Gunung Pringgitan yang terletak di wilayah Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur (Jatim) menawarkan sensasi wisata dari ketinggian. Dari Puncak Pringgitan, khususnya pada malam hari, para wisatawan dapat menyaksikan keindahan panorama Kota Ponorogo. Bukit Pringgitan yang terletak di desa Caluk, kecamatan Slahung. Di sini kita bisa memandangi kota Reog serta bintang-bintang yang bertaburuan. Jangan lupa siapkan jaket tebal untuk mengusir udara dingin. Karena letaknya di tengah Jawa Timur, Ponorogo memang gak punya pantai. Tapi, sejumlah bukit dan gunung bakal bikin kamu terpesona dengan kota ini. Salah satunya, 
2. Gunung Bayangkaki
sewa mobil ponorogo
Bagi anda yang hobi mendaki gunung, anda dapat menuju Gunung Bayangkaki. Gunung ini memiliki 4 puncak antara lain, Puncak Ijo (Gunung Ijo), Puncak Tuo (Gunung Tuo), Puncak Tumpak (Puncak Bayangkaki) dan Puncak Gentong (Gunung Gentong).Dari ke-4 puncak tersebut tentunya anda akan mendapatkan pengalaman dan sensasi yang berbeda, selamat mencoba.
3. Gunung Gajah
sewa mobil ponorogo
Gunung Gajah terletak di Kecamatan Sambit dengan ketinggian sekitar 1000 mdpl. Puncaknya tak terlalu sulit dicapai, bisa melalui jalan setapak yang cukup dilewati sepeda motor, meski medannya cukup menantang. Menjamahi puncak-puncak gunung memang sebuah adiksi. Pemandangan matahari terbit dengan awan di bawah kaki kita, ditambah siluet puncak gunung di kejauhan itu bikin deg-degan. Nah, kalau kamu menginginkan pemandangan serupa di Ponorogo, jelajahilah puncak Gunung Gajah.
4. Gunung Bedes
sewa mobil ponorogo
Gunung Bedes merupakan potensi wisata tersebut. Gunung / bukit Bedes berada di Dusun Buyut Desa Ngadirojo Kecamatan Sooko ini layak dikunjungi karena dari puncaknya kita bisa menikmati alam Ponorogo dari ketinggian. Dari puncaknya juga kita bisa mengabadikan momen melalui kamera dengan spot yang menantang dan view Gunung Bayangkaki.
5. Air terjun widodaren
sewa mobil ponorogo
Air terjun widodaren terletak di Desa Bulu lor Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo 30 menit perjalanan dari alun alun ponorogo ke arah barat menuju Kecamatan Jambon. Air terjun ini sangat indah dan masih dan alami. Untuk bisa maksimal kunjungilah pada saat musim hujan karena debit airnya kecil dimusim panas. Untuk menuju ke spot ini bisa dengan mudah berkendara motor sampai ke parkiran lanjur berjalan kaki. Bila kita liat dari atas air terjun ini atau naik keatas bukit terlihat pemandangan luas dan indah berupa pegunungan dan banyak pepohonan kita bisa bersantai dan menikmati keindahan alam ponorogo.
6. Air Terjun Juruk Klenteng
sewa mobil ponorogo
Air Terjun Juruk Klenteng yang berada di perbatasan antara kabupaten ponorogo dengan kabupaten trenggalek. Dianamakan jenuk klenteng karena lokasinya yang dihimpit oleh dua tibing gunung bebatuan. Selain itu air terjun ini juga dikenal dengan nama air terjun tumpuk, hal ini tentu saja karena lokasinya yang berada di desa tumpuk. Disini anda akan menemui sebuah air terjun dengan ketinggian sekitar 45 meter dengan sendang yang airnya terlihat hijau dibawahnya.
7. Air Terjun Pletuk
sewa mobil ponorogo
Air Terjun Pletuk adalah air terjun dengan ketinggian kurang lebih 30 meter yang berda di Dusun Kranggan, Desa Jurug, Kecamatan Sooko. Deburan air yang jatuh menghasilkan buih-buih yang sejuk ditambah pemandangan sekitar air terjun yang hijau membuat pengunjung betah berlama-lama ditempat ini. Air terjun bernama Pletuk ini mengalirkan air berwarna kecoklatan yang deras di saat musim penghujan. Berada di kawasan perbukitan yang tingginya sekitar 460 mdpl, kamu bisa menikmati panorama yang segar di sekeliling air terjun.Baca selengkapnya disini :Pesona Baru Air Terjun Pletuk
8. Air Terjun Toyomerto
sewa mobil ponorogo
Air terjun ini berada di Kecamatan Ngebel kurang lebih 5 km dari telaga, tepatnya berada di Dusun Toyomerto Desa Pupus. Air terjun ini juga dikenal dengan nama Air Terjun Selorejo. Air terjun ini terdiri dari 2 tingkat air dalam satu aliran yang jatuh dari tebing batu. Masing-masing tingkatan memiliki ketinggian 25 hingga 30 meter. Jalur menuju ke tempat ini cukup ekstrem. Berkelok-kelok, menanjak, curam dengan tebing di kanan-kirinya. Tapi, kesulitanmu sepadan kok dengan pemandangan yang kamu dapatkan di air terjun ini. Selain destinasi yang masih alami, kamu juga bisa melihat hutan pohon pinus dan kebun kopi di dekat sini.
9. Air Terjun Sunggah
sewa mobil ponorogo
Air Terjun Sunggah  berada di Desa Selur, Kec. Ngrayun, dengan ketinggian 50 m. Tidak jauh dari situ terdapat Watu Semaur, tebing di tengah padang rumput setinggi 125 m untuk panjat tebing. Lokasi Air Terjun ini adalah di Desa Selur Kecamatan Ngrayun Air yang meluncur deras dari ketinggian, jatuh mengenai bebatuan yang ada di bawahnya menimbulkan suara gemericik air menambah suasana yang asri. Air yang berasal dari pegunungan ini terasa begitu dingin saat disentuh.  Selain dingin, air yang mengalir juga sangat jernih. Tak hanya itu, aliran air terjun Sunggah yang dibawahnya dipenuhi berbagai jenis ikan ini terus mengalir sepanjang tahun.
10. Air Terjun Lawe (Coban Lawe)
sewa mobil ponorogo
Coban adalah sebutan dari air terjun. Coban Lawe adalah air terjun yang berada di Kecamatan Pudak tepatnya berada di Desa Krisik. Coban Lawe berada di tengah hutan yang masih alami dan belum banyak dikunjungi. Air Coban Lawe berasal dari lereng Gunung Wilis dan sangat jernih. Ada beberapa air terjun di sekitar Coban Lawe namun belum tersentuh.
  
11. Telaga Ngebel
Telaga Ngebel adalah danau alami yang terletak di kaki Gunung Wilis. Berada pada ketinggian 734 mdpl, kamu akan dijamu dengan permukaan air berwarna biru dengan udara yang sejuk di antara perbukitan. Dari pusat kota Ponorogo, kamu bisa mencapai tempat ini dengan menempuh jarak sekitar 30 Km atau sekitar 45 menit ke arah Kecamatan Ngebel, bagian utara Kabupaten Ponorogo. Telaga Ngebel sudah tidak asing lagi bagi sebagian orang, telaga yang berada di Kecamatan Ngebel ini menyuguhkan pemandangan telaga yang masih alami. Telaga ini berada kurang lebih 30 km dari arah kota. Setiap tanggal 1 Muharram di telaga ini diselenggarakan Larung Risalah Doa sebagai bagian dari peringatan Grebeg Suro.
12. Kali Keyang

sewa mobil ponorogo


Kali Keyang adalah sebutan dari sungai yang mengalir dari lereng Gunung Wilis melalui Kecamatan Sooko hingga Sungai Madiun. Di aliran sungai ini bisa dijadikan spot memancing alami dengan didukung pemandangan alam sekitar sungai yang indah. Di aliran sungai ini juga nantinya akan di bangun Waduk Bendo yang berada di bawah Gunung Bayangkaki.
13. Goa Lowo

sewa mobil ponorogo


Goa Lowo berada di Lokasi yang cukup sulit diakses mungkin adalah penyebab kenapa goa ini selalu sepi dari kunjungan wisatawan. Lokasi doa berada di area hutan jati dan membutuhkan sedikit usaha untuk sampai ke sana. Kita harus berjalan melewati hutan jati yang becek saat musim penghujan. Goa ini berada di Desa Sampung, Kecamatan Sampung. Sekitar 25 km dari pusat kota Ponorogo. Meski suasananya agak sedikit mistis, mengunjungi goa ini akan menjadi sebuah pengalaman yang menyenangkan. Apalagi untuk kamu yang suka bertualang
14. Goa Maria Fatima


Selain potensi wisata alam, Ponorogo bagian timur juga mempunyai potensi wisata religi. Potensi tersebut antara lain Goa Maria Fatima. Goa Maria Fatima berada di Desa Klepu Kecamatan Sooko merupakan tempat peribadatan umat Katolik. Tempat ini selalu ramai dikunjungi oleh peziarah dari Ponorogo dan luar Ponorogo bahkan dari luar Jawa Timur.  Letaknya yang berada dilereng pegunungan dan dibawah hutan pinus membuat tempat ini sangat nyaman untuk dikunjungi. Sehingga peziarah yang datang ketempat ini merasa betah karena kesejukannya. Di tempat ini juga terdapat sendang (sumber mata air) yang benama Sendang Waluya Jatiningsih.

15. Beji Sirah Keteng


Objek wisata ini berupa beji (kolam) dan sebuah arca. Beji Sirah Keteng merupakan suatu kolam yang seluas kurang lebih 1 hektare. didekat kolam juga terdapat sebuah arca manusia raksasa. penduduk setempat menamakan arca “Ratu Boko“. Konon, Kolam Beji Sirah Keteng merupakan tempat pemandian Ki Ageng Kutu atau Ki Ageng Suryo Ngalam, dan menurut warga setempat, arca tersebut merupakan penggambaran kepala Prabu Ratu Boko, raja raksasa yang suka memakan daging manusia, yang tewas di tempat tersebut oleh seorang sakti mandraguna bernama Ki Ajar Prono. 
16. Watu Semaur 


Watu Semaur ini terletak dipinggir jalan raya Ngrayun-Jajar tepatnya di Desa Selur Kecamatan Ngrayun Yakni, sebuah tebing batu besar yang berada di tengah-tengah padang rumput. Tebing batu ini oleh warga setempat kemudian dinamakan Watu Semaur, karena jika ada orang berteriak akan menggema seperti berteriak di dalam gua. Watu Semaur juga sering dimanfaatkan oleh para penghobi olah raga panjat tebing atau climbing. Karena, mempunyai ketinggian sekitar 125 meter, sehingga sangat cocok untuk mengadu nyali menaklukan ketinggian tebing ini. Jika musim kemarau, area di sekitar Watu Semaur sering dijadikan tempat berkemah. Banyak pengunjung yang sengaja berkemah disini untuk menikmati keindahan Watu Semaur sambil panjat tebing.
17. Bukit Pare

Bukit Pare merupakan sebuah Daerah Perbukitan di Desa Cepoko Kecamatan Ngrayun yang sering digunakan untuk Selfie para Pecinta Petualangan Alam Bebas dan Pecinta Fotografi dimanjakan dengan banyaknya tempat untuk menyaksikan keindahan alam yang masih natural, lokasi tersebut kira-kira 15 Km dari Kantor kecamatan Ngrayun dibutuhkan waktu sekitar 20 Menit perjalanan .
18. Watu Putih

Kata Watu berasal dari bahasa Jawa yang berarti Batu, sedangkan putih adalah warna putih. Dinamakan Watu Putih karena batu ini ada bagian yang berwarna putih. Batu yang berada di tengah rindangnya hutan pinus ini berada di Ds Tanjung Kecamatan Ngrayun Ponorogo, kurang lebih 5 km dari Pusat kecamatan. Dari atas (puncak) Watu Putih bisa dinikmati sajian indahnya alam ciptaan-Nya yang menakjubkan. 
19. Kedung Gamping

Kedung Gamping trletak di Desa Temon Kecamatan Ngrayun tepatnya sebelah Selatan Kantor Polsek Ngrayun. Bagi anda yang suka berenang silahkan menikmati sensasi langsung berenang di alam terbuka.tapi jangan lupa tetap menjaga kebersihan lingkungan sekitar agar tempat wisata ini tetap terjaga dan alam tetap lestari.
20. Tanah Goyang Pudak


Tanah Goyang Pudak terletak didaerah Pudak, disebut tanah goyang karena jika anda kesana tanah disekitarnya seperti bergoyang seperti anda menginjal jelly.  Lokasi tepatnya secara administratif , tanah goyang ini berada di Desa Pudak Wetan, Kecamatan Pudak, Kabupaten Ponorogo , atau sekitar 45 KM dari pusat kota (tempatnya ini sangat jauhh dari pusat kota bahkan melebihi Ngebel dan Sooko karena memang berada di perbatasan).
21. Hutan Wisata Kucur


Hutan wisata Kucur atau taman wisata Kucur adalah sebuah hutan wisata yang terletak di Kecamatan Badegan, atau  sekitar 20 km kearah barat dari Kota Ponorogo. Di tengah hutan jati dari taman wisata kucur ini anda akan menemui sebuah sumber air (kucur). Selain itu, hutan wisata kucur ini juga berfungsi sebagai taman nasional dan juga tempat perkemahan.
22. Air Panas Tirto


Sumber air panas ini berada di Dusun Pucuk Desa Wagir Lor Kecamatan Ngebel. Berada di sebelah selatan Telaga Ngebel kurang lebih 3 km dari pintu masuk telaga. Sungai yang berasal dari rembesan mata air yang saling menyatu membetuk sungai dari lereng gunung Wilis, sungai ini mengalir ke arah kecamatan Pulung, masuk wilayah desa Wagir Lor Ngebel, lokasi ini juga bisa diakses dari kecamatan Pulung. Orang lebih suka berendam pada sore dan malam hari, menurut para pengunjung akan lebih mujarab karena tubuh dalam keadaan rileks, tapi entahlah kebenarnya.

23. Kedung Kenthus 


Kedung Kenthus atau Wisata Air Alami Baru Kabupaten Ponorogo ini terletak di Desa Jenangan Kecamatan Sampung Kabupaten Ponorogo, sebuah tempat di pinggiran pegunungan dengan sumber air yang tidak pernah kering walaupun di musim panas. 30 menit dari pusat kota ponorogo ke arah Kecamatan Sumoroto lanjut arah Kecamatan Sampung yg terkenal dengan tambang gamping/kapurnya. Juga terdapat situs bersejarah Goa Lowo yang sudah terkenal. Terdapat aliran sungai unik dari atas keliatan sempit padahal di bawahnya luas mirip seperti gentong yang panjangnya kurang lebih 20 meter, dengan warna air ke hijauan membuat kesan sejuk dan asri, dinding batu yang tidak beraturan berwarna abu abu kekuningan serasa kita berada di luar negeri.
24. Taman Wisata Ngembag


Taman Wisata Ngembag berada di Siman, sekitar 3 km dari pusat kota Ponorogo. Untuk menunjang kegiatan wisata, di taman ini telah tersedia berbagai wahana seperti flying fox, perosotan, ayunan serta berbagai wahana seperti yang kita temui di taman-taman kota pada umumnya. Ada pula sebuah kebun binatang mini yang membuat tempat ini semakin menarik untuk dikunjungi. Tempat ini adalah taman kota yang dilengkapi dengan sejumlah fasilitas dan wahana bermain, seperti kolam renang, taman bermain, dan kebun binatang mini. Makanya, banyak pengunjung yang membawa serta anak istrinya kemari untuk sekadar refreshing.
25. Perajin Reog di Desa Carat Sumoroto


Kalau ingin tahu lebih detail tentang kesenian Reog Ponorogo, sambangi aja langsung pengrajin yang membuat peralatan kesenian ini. Salah satunya adalah sanggar milik Pak Sarju yang terletak di Desa Carat Sumoroto, Kecamatan Kauman. Pak Sarju sudah menekuni pembuatan perlengkapan Reog selama lebih dari 40 tahun. Selain bisa melihat langsung proses pembuatannya, pastinya kamu juga bisa mendapat cerita menarik tentang kehidupan seniman reog.
26. Wisata Ziarah


Ponorogo memiliki banyak tempat serta makam yang banyak dikunjungi para peziarah diantaranya seperti, Makam Bathoro Katong di Desa Setono Kecamatan Jenangan, Astana Srindil Kecamatan Badegan, Makam Merto Hadinegoro Desa Tajug Kecamatan Siman, serta Makam Muhammad Kasan Besari di Desa Tegalsari Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo.
27. Gita Waterpark


Gita waterpark terletak di Dusun Krajan Kec. Pulung, Kab Ponorogo. Wahana wisata ini mempunyai kolam bertingkat. Kolam yang paling atas adalah khusus ditujukan untuk anak-anak dan yang di bawah kolam untuk orang dewasa. Fasilitas seluncuran telah disediakan pada kolam anak yang pastinya membuat mereka begitu menikmaati dan gembira. Obyek wisata ini menggunakan tema alam dan keindahan panorama pegunungan yang akan membuat setiap wisatawan merasa nyaman dan santai.
28. Kintamani Waterpark


Taman bermain bernuansa air ini punya beberapa wahana yang bisa digunakan untuk bermain-main. Baik untuk anak-anak maupun orang dewasa. Selain tempat bermain, di sekitar waterpark ini juga ada sebuah restoran dengan nuasansa pedesaan yang terlihat sederhana namun menyenangkan. Keunikan dari restoran ini adalah letaknya yang berada di atas sebuah danau buatan. Obyek wisata air ini memiliki 2 kolam renang anak dan telah dilengkapi dengan beberapa fasilitas seperti seluncuran. Di samping itu, juga terdapat kolam renang dewasa, sarana outbond, Mushola, kamar mandi, dan lain sebagainya.